Feb 5, 2012

Tiga Menteri Bangun Situs Pekabaran Injil di Papua

Timbuktu Harthana | Robert Adhi Ksp | Minggu, 5 Februari 2012 | 14:10 WIB

GoogleMaps/KSP Pulau Mansinam, Papua Barat, Indonesia

MANOKWARI, KOMPAS.com - Tiga Menteri yang mewakili Presiden RI meletakkan batu pertama pembagunan situs Pekabaran Injil di Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat.

Ketiga menteri yang datang memulai rencana pembangunan situs keagamaan itu adalah Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, dan Menteri Lingkungan Hidup Baltazar Kambuaya.

Bergantian, mereka meletakkan batu pertama situs, usai doa bersama perayaan Pekabaran Injil, Minggu (5/2/2012).

Peletakan batu pertama juga diikuti oleh staf khusus Presiden RI Felix Wanggai, Sekretaris Daerah Papua Barat ML Rumadas, dan Kelapa Suku Mansinam Deni Rumsayor.

Situs ini akan menjadi identitas Pulau Mansinam sebagai gerbang peradaban di tanah Papua. Djoko Kirmanto menegaskan, selain situs juga akan dibangun sejumlah sarana prasarana meningkatkan kesejahteraan warga Mansinam. Pembangunan situs akan dimulai Maret, dan ditargetkan selesai setahun.

"Pembangunan situs ini adalah realisasi komitmen Presiden RI yang tahun 2009 pernah berjanji akan membangun situs Pekabaran Injil," ujar Djoko. Dana yang dianggarkan untuk program ini mencapai Rp 165 miliar. Sementara itu, Felix mengatakan, situs diharapkan bisa menjadi motivasi untuk membangun tanah Papua dengan hati dan kasih.

Pemerintah Gelar Aksi Terpadu untuk Mansinam, Papua

05 February 2012 oleh Desk Informasi


Pemerintah telah berkomitmen untuk membangun Papua dengan hati. Hal tersebut diwujudkan dalam Aksi Terpadu Untuk Mansinam 2012 dalam Bentuk Pembangunan Tugu Kedatangan Situs Pekabaran Injil dan Pembangunan Kawasan Pulau Mansinam.

Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai, yang mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Lingkungan Hidup Baltasar Kambuaya, dan Menteri Perhubungan EE. Mangindaan, dan Kepala Suku di Pulau Mansinam selaku pemegang hak ulayat telah meletakkan batu pertama tanda dimulainya Pembangunan Tugu Kedatangan Situs Pekabaran Injil dan Pembangunan Kawasan Pulau Mansinam.

Acara peletakan batu pertama dimulainya Pembangunan Tugu Kedatangan Situs Pekabaran Injil dan Pembangunan Kawasan Pulau Mansinam itu dilaksanakan bersamaan dengan perayaan HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua ke 157 di Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Minggu (5/2).

Pulau Mansinam merupakan tempat bersejarah masyarakat Papua, "the gate civilisation', yang merupakan tempat awal datangnya 2 pendeta Ottow dan Geisher pada 5 Februari 1855, dengan diantar oleh Kesultanan Tidore (seorang muslim). Ini merupakan simbol harmoni sosial dalam sejarah peradaban orang Papua.

Adapun aksi terpadu yang dilakukan Pemerintah untuk Mansinam 2012 meliputi :
(A) Pembangunan Situs Pekabaran Injil dan Penataan Kawasan Mansinam, yang terdiri dari 10 Program diantaranya: (1) Renovasi Situs Lama Kedatangan 2 Penginjil; (2)Pembangunan Tugu Kedatangan Injil dengan ketinggian 30 meter; (3) Pembangunan Pembangunan Dermaga Kedatangan.

(B) Pembangunan Sarana dan Prasarana Pendukung Pulau Mansinam yang terdiri dari 5 program, diantara adalah: (1) Pembangunan jalan setapak lingkar pulau 12 KM; (2) Penataan dan Renovasi Pemukiman Penduduk; (3) Peningkatan Daya Listrik dari semula 6 jam sehari (18.00 - 24.00 WIT menjadi pelayanan 24 jam sehari mulai 1 Maret 2012.

(C) Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat Pulau Mansinam, yang terdiri atas 10 program diantaranya adalah: (1) Pembangunan Puskesmas, pendukung kesehatan lainnya beserta kesiapan SDMnya; (2) Revitalisasi Lapangan Bola Kecamatan, Lapangan Futsal dan Peralatan Olah Raga Program Pemberdayaan Kepemudaan (kewirausahaan dan life skill); (3) Pembangunan 1 Gedung PAUD dan 1 Gedung TK Mansinam.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahkan langsung bantuan berupa perlengkapan olahraga seperti bola sepak, bola futsal, bola basket, dan peralatan olah raga lainnya. Sedangkan di bidang perhubungan pemerintah memberikan 2 buah kapal, masing-masing 1 kapal untuk Provinsi Papua Barat dan 1 buah kapal buat Provinsi Papua.

Hadir dalam acara tersebut selain Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah Velix Wanggai yang mewakili Presiden, dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmantor, Menteri Lingkungan Hidup Baltasar Kambuaya, serta Menteri Perhubungan EE. Mangindaan, juga Gubernur Papua Barat diwakili oleh Sekretaris Daerah Ir. M. L. Rumadas, M.Si., Kepala Suku di Pulau Mansinam dan tokoh-tokoh masyarakat Papua.

Feb 2, 2012

Parlemen, Demokrasi, dan Umat


Jurnal Nasional| Kamis, 2 Feb 2012

oleh: Velix Wanggai

Saat membuka konferensi Persatuan Parlemen Negara Anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Palembang, Sumatera Selatan, 30 Januari 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mengajak kita bersama untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi, politik, dan kemajuan sosial negara Islam.

Dengan mantap, Presiden menandaskan bahwa Pemerintah bersama Parlemen memiliki tanggung jawab untuk mensejahterakan masyarakat dan umat. Selanjutnya, Presiden meyakinkan bahwa tidak ada pertentangan antara demokrasi, kemajuan, dan Islam. Dengan kata lain, demokrasi juga mestinya bisa mengantarkan umat ke dalam kondisi sejahtera. Dengan mengikuti secara seksama berbagai forum penting di dunia Islam, Indonesia akan bisa menjadi contoh yang baik untuk tumbuhnya demokrasi dan nilai-nilai inti agama untuk perdamaian dan kemaslahatan umat. Keadaan ini bukan merupakan klaim Pemerintah saja, sebab pada Bali Democracy Forum di Bali tahun lalu, Indonesia bisa menjadi mediator bagi tumbuhnya prinsip demokrasi dan menjembatani berbagai gagasan yang berkembang di berbagai penjuru dunia dengan terlebih dulu mencoba menjadikan demokrasi sebagai pilar pembangunan.

Pada kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat dua tahun lalu, negara kita sempat mendapat pujian dari Presiden AS Barack Obama dengan mengatakan secara terbuka dan mantap bahwa Indonesia adalah contoh sinkronnya nilai-nilai Islam dengan demokrasi. Menurut Obama, Indonesia telah berhasil sebagai negara yang bisa mengawinkan demokrasi dan Islam secara damai dan maju. Apabila hal dasar Islam, demokrasi, pluralisme ini dapat ditumbuhkan secara konsekuen dan konsisten, dapat dipastikan bahwa dalam masa yang akan datang, peran Indonesia sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia dan juga parlemen negara-negara Islam sangat penting perannya dalam masa depan dunia.

Presiden SBY juga mencontohkan bahwa kita di Indonesia secara bersama-sama menjaga kerukunan dan demokrasi dengan mengambil nilai-nilai inti agama. SBY menandaskan, “Kami senang Indonesia bisa jalankan demokrasi, Islam, dan hak asasi berjalan dengan bersama‘, ujar SBY. Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan bahwa nilai-nilai Islam dapat digunakan untuk menyelesaikan sejumlah permasalahan. Indonesia telah mencoba menggunakan nilai inti Islam dan demokrasi untuk atasi permasalahan yang dihadapi.

Tantangan dunia Islam dalam konteks ini ialah apakah Islam mampu memberikan respons terhadap perubahan peta politik internasional sehingga mampu bertahan di tengah permasalahan global yang semakin kompleks.

Selanjutnya, Presiden SBY mengungkapkan dengan bahasa Inggris yang baik: In the wake of these changes and uncertainties, we have only two options. First, is to close our eyes and ignore or even resist these powerful signs of the times. And second, to anticipate them and adapt to them intelligently with the necessary courage. “Kita memiliki dua opsi atau pilihan. Menutup mata atau mengantisipasi serta beradaptasi dengan perubahan. Demokrasi dan kebangkitan ekonomi adalah tema besar kita. Demokrasi ternyata tidak bisa berdiri sendiri, ia harus diikuti oleh kebijakan Pemerintah dan Parlemen agar permasalahan mendasar umat bisa diatasi di berbagai negara terutama di negara negara Islam.‘

Kini, Indonesia menjadi contoh bagi dunia, bahwa demokrasi, modernitas dan agama berjalan seiiring dalam satu tarikan langkah.

Staf Ahli Bapennas: Ibu kota direncanakan pindah pada semester I 2024

  Selasa, 21 Desember 2021 17:32 WIB   Tangkapan layar - Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Velix Vernando ...