Mar 29, 2015

Membangun Papua, Bappenas Terapkan Pendekatan Sosial Budaya

Sabtu, 28/03/2015 06:29 WIB

Mega Putra Ratya - detikNews
Membangun Papua, Bappenas Terapkan Pendekatan Sosial Budaya 
 
Jakarta - Pendekatan sosial budaya menjadi faktor terpenting di dalam desain pembangunan wilayah Papua. Kearifan lokal dan karakteristik unik sosial budaya yang berkembang di Tanah Papua dipandang sebagai modal sosial, sekaligus modal kultural dan modal spritual dalam pembangunan.

"Realitas ini diakomodasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam merancang pembangunan kewilayahan Pulau Papua dalam 5 tahun ke depan, 2015-2019," ujar Perencana Bappenas Velix Wanggai dalam acara Temu Kawasan Percepatan Pembangunan Wilayah Adat Mee Pago, di Timika seperti dikutip dari rilis yang diterima, Sabtu (28/3/2015).

Sebagai langkah terobosan yang berbasis sosial budaya, Bappenas dan Pemda Papua merumuskan pendekatan pembangunan kawasan strategis berbasis 5 wilayah adat atau budaya. Kelima wilayah budaya itu adalah Kawasan Saereri yang mencakup kabupaten-kabupaten di Teluk Cenderawasih, Kawasan Mamberamo Tabi (Mamta) meliputi pantai utara Papua, dan Kawasan La Pago mencakup wilayah Pegunungan Tengah sisi Timur. Demikian pula, Kawasan Animha di pantai Selatan Papua, dan Kawasan Mee Pago-Bomberai di Pegunungan Tengah sisi Barat dan Mimika.

"Terobosan baru ini dijalankan oleh Menteri Bappenas, Andrinof Chaniago sejak ke Papua pada akhir November 2014 lalu. Bappenas dorong tumbuhnya komoditas unggulan lokal yang ada di masing-masing Kawasan Adat, termasuk hilirisasi industri kecil, menengah dan besar.
Bappenas berharap pendekatan kesatuan adat ini membuat arah program lebih terfokus, terarah, dan terintegrasi baik pendekatan kawasan ekonomi, infrastruktur terpadu, dukungan SDM dan regulasi," tutur mantan Staf Khusus Presiden SBY ini.

Sedangkan di Provinsi Papua Barat, Bappenas menetapkan pengembangan kawasan-kawasan industri petrokimia, migas dan pupuk di Bintuni, kawasan pertanian, pengembangan pala Fakfak, dan peternakan sapi pola ranch Bomberai, Fakfak dan Teluk Arguni. Termasuk pengembangan kawasan wisata bahari terpadu di Raja Ampat dan kawasan wisata religi Mansinam, sebagai tempat pertama masuknya Injil di Tanah Papua.

Dalam konteks pendekatan adat ini, menjelaskan bahwa Bappenas mendorong pelibatan desa/kampung dan warga kampung pemilik tanah adat sebagai pemegang saham (shareholdings) dalam pelaksanaan program-program investasi. Oleh karena itu, Bappenas telah menganggap penting pemetaaan dan penegasan batas (deliniasi) hak ulayat khususnya di kawasan-kawasan strategis sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Setelah itu, akan difasilitasi terbitnya sertifikasi hak ulayat. Harapannya, masyarakat adat ikutserta aktif dalam proses investasi di Papua.

"Mereka tidak menjadi penonton, tersisih, dan tergilas dari proses ekploitasi sumber daya alam di tanah mereka sendiri. Karena itu, diarahkan fungsi kawasan hutan memhormati keberadaan Kampung Masyarakat Adat" tegas Velix Wanggai.

Sejalan dengan penguatan SDM masyarakat lokal, Bappenas dalam 5 tahun kedepan membangun dan memperkuat Balai Latihan Kerja dan Kewirausahaan di 5 titik Kawasan Adat, pembangunan politeknik di 5 Kawasan Adat, dan pola sekolah asrama dan sekolah kecil untuk melayani daerah-daerah terpencil. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Bappenas mendorong Kementerian untuk meningkatkan pola-pola pe dampingan yang intensif dalam usaha ekonomi rakyat Papua.

"Disinilah pentingnya, penerapan regulasi insentif fiskal yang sesuai dengan karakteristik wilayah, dan format kebijakan anggaran yang sesuai dengan semangat desentralisasi asimetrik atau Otsus Papua," tutup Velix.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mpr/fiq)

Jan 21, 2015

DPD Dorong RUU Otsus Papua Masuk Prolegnas

Kamis, 22/01/2015 03:26 WIB

Hardani Triyoga - detikNews
 
Gubernur Papua dan Ketua DPD 
 
Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman menyatakan pihaknya akan mendorong usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Otonomi Khusus Papua sebagai agenda prioritas untuk masuk Prolegnas.

"DPD RI akan menjadikan aspirasi ini sebagai agenda prioritas. DPD akan bergerak melalui alat-alat kelengkapan untuk mendorong usulan RUU Otonomi Khusus Pemerintahan Tanah Papua," kata Irman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/1/2015).

Irman menambahkan, DPD sudah memperjuangkan aspirasi otonomi khusus Papua ini sejak beberapa waktu yang lalu. Hal ini dilakukan saat DPD melakukan rapat kerja dengan menteri ataupun saat rapat konsultasi bersama ketua-ketua lembaga serta Presiden.

Menurutnya, dalam waktu dekat ini upaya yang bakal dilakukan DPD adalah dengan melakukan rapat konsultasi dengan DPR.

"Saya berharap bentuk kepedulian terhadap tanah Papua bukan hanya dalam bentuk pemberian dana melalui dana otonomi khusus. Namun juga perhatian dalam aspek lainnya, misalnya pendidikan, kesehatan, kehidupan sosial dan berbagai aspek lainnya untuk kesejahteraan masyarakat Papua," sebut senator asal Sumatera Barat itu.

Adapun Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba, menyebut bahwa DPD RI bakal membentuk Panita Kerja (Panja) untuk membahas pembangunan infrastruktur di tanah Papua.

"Dengan Panja ini diharapkan dapat membantu mempercepat perjuangan rakyat Papua untuk meraih otonomi khusus dan kesejahteraan di tanah Papua," sebutnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Irman Gusman pada Selasa (20/1), menerima kedatangan Gubernur Papua Lukas Enembe dan para delegasi dari Provinsi Papua terkait aspirasi perlunya revisi Undang-Undang No.21/2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

Dalam pertemuan tersebut Ketua DPD RI Irman Gusman didampingi Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba, Wakil Ketua Panita Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI Muhammad Afnan Hadi Kusumo, dan sejumlah Senator DPD RI dari provinsi Papua dan Papua Barat.

DPD Dorong RUU Otsus Papua

Kamis, 22 Januari 2015 , 08:29:00 WIB

Laporan: Ruslan Tambak

IRMAN DAN LUKAS/NET
  

RMOL. DPD RI siap mendorong otonomi khusus Papua hingga garda depan, karena DPD telah memperjuangkan RUU Otsus sejak pemerintahan SBY.

Demikian disampaikan Ketua DPD RI Irman Gusman saat menerima kunjungan Gubernur Papua Lukas Enembe didampingi Ketua DPRD Papua Yunus Wonda serta Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib di ruang rapat kerja Ketua DPD RI, dalam konsultasi RUU Otonomi Khusus Papua, Jakarta (Rabu/19/1).

"Kita akan dorong RUU Otsus Papua menjadi prioritas dan bekerja secara bersama-sama dengan para senator dari Papua dan Papua Barat, karena tujuan DPD didirikan adalah membangun di daerah," tutur Irman didamping senator dari Papua Mesak Mirin, Pdt Carles Simare-mare dan Edison Lambe.

Irman melanjutkan, DPD akan berjuang dan akan melakukan affirmasi kebijakan dan menyelesaikan hambatan-hambatan yang ada  (debottleneck) dengan para senator Papua.

"Kita akan berjuang, DPD bukan membangun daerah tapi membangun di daerah" tandasnya.

Dalam rapat tersebut, Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba juga memberikan dukungan dan akan mempersiapkan Tim Panitia Kerja (Panja) Otsus Papua demi percepatan RUU otonomi khusus dan juga pembangunan infrastruktur di Papua.

Banyak bandara di Indonesia yang memiliki potensial untuk tumbuh sebagai bandara internasional dengan menjadikan bandara sebagai kota penerbangan sekaligus pusat pertumbuhan bisnis.

"Beberapa bandara di Indonesia seperti Bandara Ngurah Rai, Kualanamu dan Soekarno Hatta adalah bandara yang  berada dalam kota besar Indonesia yang akan mengembangkan perluasan penerbangan," ujarnya.

"Kami akan siapkan tim Panitia kerja untuk RUU otonomi khusus dan juga pembangunan infrastruktur," jelas Parlindungan Purba.

Sebelumnya, Gubernur Papua mengeluhkan bahwa banyak sumber daya alam di Papua yag diangkut tidak melalui smelter untuk pengolahan sehingga tidak pernah ada industri yang berkembang di Papua dan uang yang beredar hanya di Surabaya dan Sulawesi. [rus]

Staf Ahli Bapennas: Ibu kota direncanakan pindah pada semester I 2024

  Selasa, 21 Desember 2021 17:32 WIB   Tangkapan layar - Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Velix Vernando ...