Aug 7, 2019

Kementerian PPN/Bappenas rumuskan strategi pemulihan dan rekonstruksi Nduga


Jubi/Alex.
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau PPN/Bappenas sedang merumuskan strategi/langkah rehabilitasi, pemulihan, dan rekontruksi Kabupaten Nduga, Papua, yang ditinggalkan ribuan warganya mengungsi. Hal itu dinyatakan Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan Kementerian PPN/Bappenas, Velix Vernando Wanggai.

“Kami sudah bertemu Bupati, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, serta Sekretaris dan jajaran organisasi perangkat daerah Kabupaten Nduga. Pertemuan itu berlangsung di Jakarta, difasilitasi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Kami sedang merumuskan langkah pemulihan sosial, membangun psikologi, memperkuat peran tokoh agama dan adat, kemudian ada aspek keamanan,” kata Wanggai  di Jayapura, Rabu (7/8/2019).

Ribuan warga sipil Kabupaten Nduga mengungsi ke hutan atau kabupaten tetangganya sejak Desember 2018, demi menghindari operasi aparat keamanan TNI/Polri mengejar kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya. Pengejaran itu terjadi menyusul pembunuhan para pekerja PT Istaka Karya, kontraktor pelaksana pembangunan jalan di Kabupaten Nduga, pada 2 Desember 2018.
Sejak itu, ribuan warga Nduga hidup dengan dengan berbagai keterbatasan dan kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan maupun pelayanan pendidikan. Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua yang juga anggota Tim Solidaritas Peduli Konflik Nduga menyatakan, sejak 4 Desember 2018 hingga akhir Juli 2019 sudah ada 182 warga sipil Nduga yang meninggal dunia, dan kebanyakan meninggal di pengungsian.
Berbagai pihak telah menyampaikan desakan kepada pemerintah pusat untuk segera menarik mundur pasukan non organik dari Kabupaten Nduga, untuk meredakan situasi. Akan tetapi, hingga kini belum terlihat tanda-tanda pemerintah pusat akan menarik mundur atau mengurangi jumlah personil TNI/Polri di Kabupaten Nduga.
Di tengah situasi itu, Kementerian PPN/Bappenas memunculkan wacana baru, yaitu merumuskan trategi/langkah rehabilitasi, pemulihan, dan rekontruksi Nduga. “Untuk strategi pertama, kami harap dalam enam bulan ke depan akan ada langkah-langkah percepatan pemulihan sosialnya,” kata Velix Vernando Wanggai.

Wanggai juga menyatakan Kementerian PPN/Bappenas tengah merumuskan strategi percepatan pembangunan di Nduga. Sebab, dari 29 kabupaten/kota yang ada di Papua, daerah ini relatif paling tertinggal. “Indeks Pembangunan Manusia di Nduga 29. Jadi, kami menganggap, membangun Nduga adalah [langkah] menyelesaikan masalah di sana,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini Kabupaten Nduga sudah menjadi simbol percepatan pembangunan di Papua, setelah pemerintah membangun berbagai sarana/prasarana maupun infrastruktur di Kabupaten Nduga. Kini, Bappenas sedang identifikasi bagaimana strategi komperhensif pembangunannya.”Kami petakan dari 32 distrik di Nduga, kemudian ada sekitar 12 distrik yang sekarang sedang bermasalah,” ujar Wanggai.

Sebelumnya, Bupati Nduga Yairus Gwijangge beserta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nduga datang menemui Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin (5/8/2019). Dalam pertemuan itu, Bupati Nduga menyampaikan permintaan agar semua pasukan non organik TNI/Polri ditarik keluar dari Kabupaten Nduga.

Hal itu disampaikan anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal Papua, Steven Abraham saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Selasa (6/8/2019). Steven Abraham mengungkapkan pihaknya mengikuti pertemuan Bupati Nduga dan Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, yang berlangsung Senin itu. “Pak Ketua DPR RI memimpin pertemuan. Hadir juga saya bersama Fadli Zon, Robert Cardinal, serta [calon] anggota Dewan Perwakilan Daerah [Provinsi Papua] terpilih, Yoris Rawayai,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Ini 2 Langkah Strategis Pemerintah Atasi Konflik Sosial di Nduga

Ini 2 Langkah Strategis Pemerintah Atasi Konflik Sosial di Nduga Kompas.com - 07/08/2019, 12:41 WIB Bagikan: Komentar Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan Kementerian PPN, Velix Wanggai Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan Kementerian PPN, Velix Wanggai(Dhias Suwandi) Penulis Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor Robertus Belarminus JAYAPURA, KOMPAS.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas telah menyiapkan 2 langkah strategis untuk mengatasi konflik sosial berkepanjangan yang terjadi di Kabupaten Nduga, Papua. Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan Kementerian PPN, Velix Wanggai menyatakan, kebijakan tersebut dibuat setelah bupati, ketua DPRD, sekda dan jajaran OPD Nduga menyampaikan aspirasinya pada minggu lalu. "Dari aspirasi yang ada akhirnya kami mengagendakan 2 agenda besar. Pertama adalah kami merumuskan strategi/langkah-langkah rehabilitasi, pemulihan dan rekontruksi Nduga, terutama untuk saudara-saudara kami yang mengungsi," ujar Velix, di Jayapura, Rabu (7/8/2019). Baca juga: Kapuspen: Pasukan TNI di Nduga Bukan untuk Menakuti Rakyat Dari strategi pertama ini, lanjut dia, Kementerian PPN sedang merumuskan bagaimana langkah-langkah pemuihan sosial, membangun psikologi, memperkuat peran tokoh-tokoh agama dan adat untuk penyelesaian masalah sosial dengan juga memperhatikan aspek keamanan. Strategi kedua adalah merumuskan langkah-langkah percepatan pembangunan di Kabupaten Nduga. Dari 29 kabupaten/kota yang ada di Papua, Nduga merupakan daerah yang relatif paling tertinggal. "Jadi, kami menganggap membangun Nduga adalah menyelesaikan masalah di Papua. Nduga adalah simbol percepatan pembangunan di Papua, Nduga merupakan barometer percepatan pembangunan di Papua, sehingga kami sedang identifikasi bagaimana strategi komperhensif pembangunan Nduga," kata dia. Velix mengaku, Kementerian PPN sedang memetakan 32 distrik yang ada di Nduga, di mana ada sekitar 12 distrik yang sekarang sedang bermasalah. Untuk pelaksanaannya, Kementerian PPN telah membuat waktu kerja, baik jangka pendek maupun jangka panjang. "Untuk strategi pertama kami berharap enam bulan ke depan ada langkah-langkah percepatan pemulihan sosialnya. Itu ada aspek dari Bappenas, BNPD, karena ini kami anggap dalam konteks kebencanaan," tutur dia. "Strategi percepatan pembangunan kami petakan dalam lima tahun ke depan sesuai dengan arah besar pembangunan nasional hingga 2024," sambung Velix.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini 2 Langkah Strategis Pemerintah Atasi Konflik Sosial di Nduga", https://regional.kompas.com/read/2019/08/07/12413591/ini-2-langkah-strategis-pemerintah-atasi-konflik-sosial-di-nduga.
Penulis : Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi
Editor : Robertus Belarminus

Kompas.com - 07/08/2019, 12:41 WIB
 




JAYAPURA, KOMPAS.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas telah menyiapkan 2 langkah strategis untuk mengatasi konflik sosial berkepanjangan yang terjadi di Kabupaten Nduga, Papua. Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan Kementerian PPN, 

Velix Wanggai menyatakan, kebijakan tersebut dibuat setelah bupati, ketua DPRD, sekda dan jajaran OPD Nduga menyampaikan aspirasinya pada minggu lalu. "Dari aspirasi yang ada akhirnya kami mengagendakan 2 agenda besar. Pertama adalah kami merumuskan strategi/langkah-langkah rehabilitasi, pemulihan dan rekontruksi Nduga, terutama untuk saudara-saudara kami yang mengungsi," ujar Velix, di Jayapura, Rabu (7/8/2019). 

Dari strategi pertama ini, lanjut dia, Kementerian PPN sedang merumuskan bagaimana langkah-langkah pemuihan sosial, membangun psikologi, memperkuat peran tokoh-tokoh agama dan adat untuk penyelesaian masalah sosial dengan juga memperhatikan aspek keamanan. Strategi kedua adalah merumuskan langkah-langkah percepatan pembangunan di Kabupaten Nduga. Dari 29 kabupaten/kota yang ada di Papua, Nduga merupakan daerah yang relatif paling tertinggal. "Jadi, kami menganggap membangun Nduga adalah menyelesaikan masalah di Papua. Nduga adalah simbol percepatan pembangunan di Papua, Nduga merupakan barometer percepatan pembangunan di Papua, sehingga kami sedang identifikasi bagaimana strategi komperhensif pembangunan Nduga," kata dia. 

Velix mengaku, Kementerian PPN sedang memetakan 32 distrik yang ada di Nduga, di mana ada sekitar 12 distrik yang sekarang sedang bermasalah. Untuk pelaksanaannya, Kementerian PPN telah membuat waktu kerja, baik jangka pendek maupun jangka panjang. "Untuk strategi pertama kami berharap enam bulan ke depan ada langkah-langkah percepatan pemulihan sosialnya. Itu ada aspek dari Bappenas, BNPD, karena ini kami anggap dalam konteks kebencanaan," tutur dia. "Strategi percepatan pembangunan kami petakan dalam lima tahun ke depan sesuai dengan arah besar pembangunan nasional hingga 2024," sambung Velix.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini 2 Langkah Strategis Pemerintah Atasi Konflik Sosial di Nduga", https://regional.kompas.com/read/2019/08/07/12413591/ini-2-langkah-strategis-pemerintah-atasi-konflik-sosial-di-nduga.
Penulis : Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi
Editor : Robertus Belarminus

Jul 10, 2019

Tokoh-tokoh Papua Ini Disebut Layak Masuk Kabinet Jokowi

Reporter: Antara
Editor:Tulus Wijanarko

TEMPO.CO, Biak - Berbagai tokoh pejabat orang asli Papua (OAP) berpeluang dan layak untuk diangkat menjadi menteri di kabinet Jokowi 2019-2024. Hal itu diungkapkan Sekretaris Eksekutif LSM Fiaduru Biak Oktovianus Mangge di Biak, Selasa, 9/7.

Baca juga: Adian Napitupulu Disebut-sebut Layak Masuk Kabinet Jokowi

Nama-nama yang disbeut Mangge adalah Rektor Uncen Jayapura Dr. Ir. Ir. Apolo Safanpo M.T, birokrat muda Velix Wainggai, politisi Matias Awaitouw (Bupati Jayapura), Gubernur Papua Lukas Enembe, dan staf khusus Presiden Lenius Kogoya. Selain itu nama-nama ini juga disebut:  Menteri PPPA Prof. Yohana Yembise, mantan Bupati Jayawijaya Jhon Wempi Wetipo serta sejumlah nama lainnya.

Okravianus mengatakan dari segi kemampuan dan pengalaman tokoh-tokoh OAP itu dapat diandalkan. "Karena mereka telah menduduki kursi jabatan setingkat bupati,walikota dan Gubernur hingga jabatan politik di pemerintah kabupaten/kota," kata dia.

Oktovianus mengakui pemilihan menteri merupakan hak prerogatif Presiden terpilih Joko Widodo. Tetapi, "Besar harapan berbagai elemen masyarakat Papua bahwa di pemerintahan kabinet Indonesia kerja jilid II ada tokoh atau pejabat OAP terpilih sebagai menteri."

Ketua cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Biak Kristian Mansnandifu mengakui, sosok pejabat atau tokoh manapun dari kalangan orang asli Papua yang dapat masuk menjabat menteri di KIB jilid II harus bersih dari korupsi. "Kriteria lain adalah mereka memiliki kemampuan, profesionalisme serta berwawasan Keindonesiaan," kata dia.

Ia mengakui, dari kalangan manapun sosok pejabat OAP yang akan mendapat kursi menteri KIB jilid II tidak perlu dipersoalkan. Kristian menyebut jabatan menteri merupakan hak prerogatif presiden. "Bagi saya siapapun sosok tokoh OAP yang dipercayakan untuk menjabat menteri harus didukung karena inilah menjadi representasi masyarakat asli Papua."

Berdasarkan data, pada Pemilu serentak 17 April 2019 pasangan Presiden Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin memperoleh 3.021.713 suara (90 persen) serta pasangan Prabowo-Sandi 331.352 suara (10 persen) di Papua.

ANTARA



Staf Ahli Bapennas: Ibu kota direncanakan pindah pada semester I 2024

  Selasa, 21 Desember 2021 17:32 WIB   Tangkapan layar - Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Velix Vernando ...