Nov 23, 2009

Para Pendekar Istana

Charta Features

Charta Politika: Setelah Wakil Presiden, mungkin para staf khusus adalah orang yang paling dekat dan intens bekerja dengan presiden. Makanya setelah presiden mengumumkan nama-nama para menterinya, pengumuman staf khusus sangat dinantikan masyarakat politik.

Rupanya menentukan para staf khusus Istana bukanlah pekerjaan gampang bagi seorang Presiden. Sejak mencuatnya kisruh KPK – Polri, pengumuman nama-nama staf khusus harus mengalami beberapa kali pengunduran.

Tentu Presiden memiliki alasan khusus di balik molornya pengumuman nama-nama itu, mengingat para staf khusus inilah corong pencitraan politik bagi sang Presiden.

Meskipun belum diumumkan secara resmi, dari pemberitaan media massa kita memperoleh kabar bahwa SBY telah menandatangani Keputusan Presiden penunjukan 10 orang staf khusus. Dari sepuluh orang staf khusus, empat orang diantaranya adalah muka lama.

Empat orang staf khusus yang kabarnya tetap dipertahankan SBY adalah Dino Patti Djalal, Denny Indrayana, Sardan Marbun, dan Hero Lelono. Sementara enam wajah baru yang akan berkantor di Istana Kepresidenan diantaranya, Wakil Dekan FISIP Universitas Indonesia Julian Adrian Pasha, staf khusus Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Velix Wanggai, Sekjend Jaringan Nusantara Andi Arief, pengamat politik Universitas Airlangga Daniel Sparingga, Kolonel Ahmad Yani Basuki, dan Jusuf Wangkar.

Pembentukan staf kepresidenan SBY tampaknya tak berbeda jauh dengan west-wing ala Barrack Obama dan George W Bush. Persamaannya adalah model pembentukan yang mengandalkan kedekatan personal, keringat politik dalam kampanye, dan pengalaman politik.

Obama misalnya mengangkat David Axerold sebagai penasehat utama pemerintahannya. Sebelumnya, Axerold adalah kepala strategi kampanye Obama dalam pemilihan presiden lalu. Selain Axerold, Robert Gibb yang juga banyak berkeringat memuluskan langkah Obama ke Gedung Putih terutama saat menjadi Direktur Komunikasi dalam pemilihan Senat diangkat sebagai Press Secretary. Reggie Love yang banyak menemani Obama saat pemilihan juga mendapat jatah sebagai ajudannya.

Bush juga begitu. Ia mengangkat Karl Rove sebagai penasehat utama. Karl Rove adalah konsultan politik Bush pada pemilu presiden tahun 2000 dan 2004.

Tak jauh berbeda dengan Obama dan Bush, SBY juga menerapkan pola yang relatif sama. Selain mempertahankan empat staf khususnya yang berhasil membentuk citra positif terhadap SBY. SBY juga menunjuk kalangan professional seperti Julian Aldrin Pasha, Velix Wanggai dan Daniel Sparingga. Andi Arief yang “berkeringat” memcounter isu-isu negative dalam pemilu lalu ditunjuk sebagai staf khusus bidang sosial.

Kita tunggu, apakah para pendekar Istana ini mampu menjadikan pemerintahan kedua SBY berakhir dengan khusnul khatimah (akhir yang baik) atau justru suul khatimah (akhir yang buruk)? - Arya Fernandes

No comments:

Staf Ahli Bapennas: Ibu kota direncanakan pindah pada semester I 2024

  Selasa, 21 Desember 2021 17:32 WIB   Tangkapan layar - Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Velix Vernando ...