Jul 6, 2015

Velix: Ada 3 Skenario Anggaran Kementerian PUPR Tahun 2016


Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama dengan Dirut sebuah BUMN Karya, beberapa waktu lalu
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama dengan Dirut sebuah BUMN Karya, beberapa waktu lalu

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M. Basuki Hadimuljono telah merumuskan arah baru kebijakan pembangunan infrastruktur PUPR di tahun 2016 dengan 3 skenario kebijakan anggaran untuk Kementerian PUPR pada Tahun Aggaran (TA) 2016.

Ketiga skenario anggaran itu diperuntukan untuk menjawab tema utama Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2016, yakni “Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Memperkuat Fondasi Pembangunan yang Berkualitas”. Tema yang diusung ini sebagai jabaran dari agenda Nawacita dari Presiden Joko Widodo.


Adapun 3 skenario kebijakan anggaran tahun 2016 ini, menurut Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Velix Wanggai, yaitu Skenario I adalah “Skenario Ideal” kebutuhan PUPR sebesar Rp178,22 triliun.  Skenario II, Skenario “Moderat” sebesar Rp126 Triliun dimana naik 6,3% dari tahun 2015 Rp 118,5 triliun. Hal ini sebagai Skenario Penyesuaian Pagu Indikatif yang dibahas bersama Komisi V DPR. Dan, Skenario III sebagai Skenario “Realistis” sebesar Rp102,5 Triliun yang merupakan pagu indikatif yang diberikan oleh Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Menurut Velix, dalam Skenario Ideal, Kementerian PUPR akan dapat menjawab arah kebijakan dan target-target strategis yang ditetapkan di dalam RPJMN 2015-2019. Misalnya di sumber daya air, membangun 65 waduk, 1 juta irigasi baru, dan 3 juta ha rehabilitasi jaringan irigasi maupun 200.000 ha penanganan kawasan rawan banjir.

Di bidang bina marga, ditargetkan untuk membangun 1.000 km jalan tol, 2.650 km jalan baru ruas nasional, dan pembangunan jembatan 29.859 meter. Demikian pula, target 2015-2019 di bidang cipta karya dengan pola kebijakan “100 %- 0 % – 100 %”, yaitu di tahun 2019 akses air minum 100 persen, luas kawasan kumuh perkotaan 0 persen, dan akses sanitasi 100 persen.

Demikian pula, kebijakan pembangunan 550 ribu unit rumah susun, 50 ribu unit rumah khusus, 250 ribu unit rumah baru, maupun kebijakan 900 ribu unit Kredit Kepemilikan Rumah FLPP rumah tapak dan rumah susun.

Untuk tahun 2016, lanjut Velix, skenario ideal akan menjawab tahapan dari target-target besar yang diberikan ke Kementerian PUPR. Namun jika hanya “skenario moderat” Rp126 triliun atau “skenario realistis” Rp102 triliun, menurut Velix, ada sejumlah konsekuensi berupa penyesuaian alokasi anggaran dengan pencapaian target-target strategis.

“Dengan skenario realistis, kita tidak dapat membangun bendungan baru. Namun, jika skenario moderat yang diperoleh, maka di tahun 2016 kita dapat membangun 4 bendungan baru. Selanjutnya, dalam skenario ideal, akan ada 8 bendungan prioritas dapat terealisasi,” jelas Velix dalam siaran persnya, Senin (6/7).

Demikian pula, Velix Wanggai menjelaskan 3 skenario kebijakan anggaran Kementerian PUPR untuk menjawab 3 dimensi besar yang ditekan di dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2016.  Dari dimensi pembangunan manusia, ia menyebutkan, Kementerian PUPR akan meningkatkan akses rakyat ke rumah, akses air bersih, sanitasi, dan akses jalan ke sentra-sentra pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Sedangkan di sisi dimensi pembangunan sektor-sektor unggulan, menurut Velix, Kementerian PUPR mendukung sentra-sentra pangan nasional di berbagai daerah (agenda kedaulatan pangan), akses jalan ke destinasi wisata (agenda pariwisata), akses jalan ke pelabuhan-pelabuhan utama (agenda kemaritiman), dan infrastruktur PUPR di 14 Kawasan Industri, maupun optimalisasi bendungan untuk PLTA (agenda kedaulatan energi dan ketenagalistrikan).

Adapun dimensi pemerataan dan kewilayahan, Kementerian PUPR fokus untuk membangun dari pinggiran seperti kawasan perbatasan, daerah-daerah tertinggal, kawasan marjinal perkotaan dan perdesaan, maupun Kawasan Timur Indonesia.

Sebagai terobosan pendekatan wilayah, lanjut mKepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Velix Wanggai,  Kementerian PUPR telah menetapkan 35 Wilayah Pengembangan Strategis di seluruh Indonesia.

Menurut Velix, Menteri Basuki Hadimuljono menekankan agar seluruh infrastruktur PUPR dipadukan dalam 35 Wilayah Pengembangan Strategis agar berjalan sinergis dan terpadu.
Dengan demikian, lanjut Velix, skenario kebijakan anggaran yang ideal Rp178 triliun maupun skenario moderat Rp 126 triliun adalah harapan Kementerian PUPR guna mencapai agenda Nawacita yang ada dalam RPJMN 2015-2019. (Puskom PU/ES)

No comments:

Staf Ahli Bapennas: Ibu kota direncanakan pindah pada semester I 2024

  Selasa, 21 Desember 2021 17:32 WIB   Tangkapan layar - Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Velix Vernando ...