Aug 22, 2013

Empat Agenda Bangsa

galeri foto
Jurnal Nasional | Kamis, 22 Aug 2013
Ahmad Nurullah
Velix V Wanggai Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah

DALAM pidato kenegaraan pada 16 Agustus 2013, Presiden SBY menegaskan bahwa ke depan, bangsa Indonesia akan menghadapi masa depan dengan keyakinan bahwa pemimpin dan masyarakat Indonesia akan berpadu untuk maju, aman, dan sejahtera dalam bahtera kondisi sosial ekonomi dunia yang berubah cepat.

Dalam salah satu inti teks pidato, Presiden menyampaikan penegasan terhadap empat hal penting yang perlu kita cermati saat ini. Pertama, tentang pentingnya kemampuan mengelola ekonomi di tengah ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global. Kedua, tentang pentingnya memelihara kerukunan dan toleransi.

Ketiga, pentingnya untuk menyukseskan Pemilu 2014 dan suksesi kepemimpinan secara demokratis dan damai. Keempat, pentingnya kita terus mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada poin pertama, Bapak Presiden SBY mengingatkan kembali pertingnya usaha terpadu untuk menjaga dan mengelola perekonomian nasional didasarkan pada kenyataan bahwa ekonomi dunia sedang mengalami tekanan.

Menurut Presiden, berdasarkan perbandingan dan komparasi situasi saat ini, alhamdulillah ekonomi Indonesia terus tumbuh secara berkesinambungan. Daya beli masyarakat terus meningkat, kelas menengah tumbuh signifikan, stabilitas fiskal dan moneter terjaga, serta fundamental ekonomi nasional semakin kuat.

Sejumlah gejolak eksternal, mulai dari lonjakan harga minyak mentah dunia hingga krisis finansial dan ekonomi global, dapat kita hadapi secara baik. Ekonomi tumbuh dalam kisaran 5-6 persen, dunia usaha berkembang, pengangguran semakin berkurang dan angka kemiskinan dapat terus diturunkan melalui kerja keras.

Berkaitan dengan poin kedua yaitu pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi, memang sejak lama orang tua dan leluhur kita sudah terbiasa hidup dalam perbedaaan meski mereka berbeda suku, warna kulit dan agama. Moto Bhinneka Tunggal Ika, seperti perbedaan suku, perbedaan agama, perbedaan bahasa, dan warna kulit tidak lagi menjadi sumber masalah. Sejak sebelum negeri ini merdeka, kebinekaan bahkan menjadi modal Indonesia sebagai bangsa besar yang bersatu.

Sukses menjaga kerukunan dalam kebinekaan itu bahkan mendapat apresiasi dari banyak negara, termasuk dari Bank Dunia dan Presiden Barack Obama. Dalam kunjungannya ke Jakarta tahun lalu, Presiden Amerika Serikat itu menyebut Indonesia sebagai negara yang sukses menjaga pluralisme dan membangun citra sebagai negara demokratis.

Kasus kekerasan dan pertikaian antargolongan sebagaimana terjadi pada sejumlah negara di dunia Arab yang disebut Arab Spring akhir-akhir ini menambah keyakinan bahwa tidaklah mudah dalam situasi politik terbuka dan perkembangan ekonomi yang tidak stabil seperti sekarang ini berbagai etnik, suku, dan domisili yang terpencar dapat berpacu bersama tanpa konflik disertai kekerasan.

Dalam konteks poin ketiga yatu pentingnya menyukseskan pemilu, Presiden mengharapkan agar melalui pemilu, proses regenerasi dan keberlanjutan kepemimpinan lebih terjamin. Tahun depan merupakan Pemilu Keempat di era Reformasi, yang akan diikuti 12 partai politik nasional dan tiga partai politik lokal di Aceh.

Pemilu juga akan memilih 560 anggota DPR, 132 anggota DPD, 2.137 anggota DPRD provinsi, dan 20.257 anggota DPRD kabupaten atau kota. Pemilihan umum tahun 2014 diharapkan akan berlangsung lancar, tertib, dan damai.

Tidak kalah penting dengan itu, kita juga berharap agar penyelenggaraan pemilu nanti memenuhi semua standar yang berlaku universal, yang dalam tradisi demokrasi harus bersifat bebas dan adil: free and fair. "Apa yang sudah kita capai dalam tiga pemilu demokratis sebelumnya perlu kita pertahankan dan bahkan kita tingkatkan," kata Presiden, tegas.

Dalam kaitan poin keempat, yaitu pentingnya menjaga NKRI dan kedaulatan bangsa, Presiden menegaskan agar segenap elemen bangsa, TNI, Polri, dan jajaran pemerintah harus terus-menerus memerhatikan kepentingan masyarakat di daerah dalam kerangka kesejahteraan rakyat.

Penguatan ketahanan dan keamanan serta internalisasi jiwa kebangsaan bagi pemuda, pelajar, dan eleman bangsa lainnya. Arahan dan penegasan Presiden tersebut sesuai dengan arah tema besar Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-68 tahun 2013.

Donald W Wilson memperkirakan, Indonesia akan menghadapi masa sulit kalau terjadi ketimpangan meski secara nasional ekonomi negara bergerak maju. Wilson berujar "With almost 300 ethnic groups and languages, and more than 17.000 island, there are numerous factors or reasons for dis-unity and division in Indonesia in Indonesia," dengan hampir 300 kelompok dan bahasa, serta sekitar 17 ribu pulau, terdapat banyak penyebab atau alasan untuk terjadi keretakan dan perpecahan di Indonesia, katanya.

Namun, sesuai pengharapan, dan meski banyak sekali rintangan dan hambatan, bangsa Indonesia mampu menghadapi persoalan krusial yang menghadang. Semua capaian ini, kata Presiden, terjadi semata karena kita telah berhasil menyatukan tekad untuk menemukan solusi bagi setiap masalah yang kita hadapi.

Semoga, ke depan, empat agenda besar yang telah disampaikan Presiden tersebut dapat menjadi modal kita menghadapai masa depan yang lebih cerah. Dirgahayu Indonesia. n

galeri foto

2 comments:

value orientation said...

Terimakasih, saya dapat mengakses berita melalui blog Pak Wanggai,dapat memberi wawasan dan pengetahuan,
Prestasi Bapak juga luar biasa semoga selalu sukses.
Saya ada hal penting untuk berdiskusi lanjut dengan Bapak, terkait pengembangan Kampung Halaman Pahlawan Nasional Marthen Indey, Jika alamat Email dan No yang dapat saya hubungi dengan senanghati akan saya hubungi, terimakasih


salam
Dolat Abisay

value orientation said...

dolatabisay@gmail.com

Staf Ahli Bapennas: Ibu kota direncanakan pindah pada semester I 2024

  Selasa, 21 Desember 2021 17:32 WIB   Tangkapan layar - Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Velix Vernando ...